Masjid Besar Kecamatan Minggir, Masjid Ngijon, menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Takmir, H. Barid Setiawan. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai semangat baru dalam memakmurkan masjid.
“Dengan Maulud Nabi besar Muhammad, mari kita tambah semangat dalam memakmurkan masjid,” ujarnya.
Ia juga mengumumkan agenda terdekat, yaitu pelaksanaan sholat khusuf/gerhana bulan pada Ahad malam pukul 23.00 WIB dengan imam H. Mustadjab dan khotib Yusuf Nizar.
Pengajian inti diisi oleh Ustadz Kurnia Pramujiharso, S.Sos.I dari Bantul yang menegaskan syarat utama dalam sebuah pengajian, yaitu harus ada kitab Allah yang dipelajari dan diawali dengan tadarus Al-Qur’an.
“Pengajian itu bukan sekadar duduk mendengar, tapi harus ada Al-Qur’an yang dipelajari agar berkah dan bermanfaat,” tegasnya di hadapan jamaah.
Dalam kajiannya, Ustaz Kurnia mengupas QS Al-Ahzab ayat 21 tentang Rasulullah sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik).
“Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi siapa saja yang berharap rahmat Allah dan hari akhir,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa Nabi diturunkan sebagai teladan karena manusia memiliki dua sifat berlawanan, sedangkan malaikat tidak.
“Jika manusia mampu lebih berat pada taqwanya, maka Allah menjanjikan pahala,” lanjutnya.
Ustadz Kurnia juga menguraikan sifat utama Nabi Muhammad, yakni Shidiq (jujur), Fathonah (cerdas), Amanah (dapat dipercaya), dan Tabligh (menyampaikan).
“Semua yang ada pada diri Nabi adalah contoh yang sempurna. Kebaikan itu bukan hanya menurut diri sendiri atau orang lain, tapi juga baik di mata Allah dan agama,” tuturnya.
Acara ditutup dengan pembagian beras kepada jamaah yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial.
Sumber:
https://peristiwaterkini.net/pengajian-maulid-nabi-di-masjid-ngijon-ajak-jamaah-teladani-rasulullah/




Tidak ada komentar:
Posting Komentar